Bus Asia Tabrak Mobil Gren Maxx Lukai Lima Orang, Minggu, 7 Juli 2024, Warga Lokal ancam Pengusaha Malaysia. Ini Kata Dewan Adat Dayak Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat!

251 views · 1y ago 🎲 Random

Bus Asia Tabrak Mobil Gren Maxx Lukai Lima Orang, Minggu, 7 Juli 2024, Warga Lokal ancam Pengusaha Malaysia. Ini Kata Dewan Adat Dayak Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat!<br /><br />BALAI, DIO-TV.COM, Kamis, 1 Agustus 2024 – Warga lokal ancam pengusaha Malaysia di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.<br /><br />Langkah ancam pengusaha Malaysia, karena Bus Asia, rute Kuching (Sarawak) – Pontianak (Kalimantan Barat) tabrak mobil warga lokal, Minggu, 7 Juli 2024.<br /><br />Insiden kecelakaan lalulintas, menyebabkan lima warga lokal Suku Dayak: Ichsan, Erik, Boni, Rio dan Jejem, alami luka serius, mobil Gren Maxx ringsek.<br /><br />Warga lokal ancam pengusaha Malaysia pemilik Bus Asia, selama 7 hari, yaitu 1 - 6 Agutus 2024, harus menyelesaikan sanksi adat Dayak.<br />Demikian salah satu ahli waris, Sinyin, usai mediasi gagal di Kantor Polisi Sektor Balai, Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Rabu, 31 Juli 2024.<br /><br />Apabila tidak diselesaikan secara adat, yaitu minimal bayar sanksi adat 12 tail, setelah tanggal 6 Agustus 2024, semua Bus Asia melintas pasti dicegat.<br /><br />Sinyin mengaku kesal, karena perwakilan Bus Asia tidak bisa membuat keputusan dalam mediasi di Kantor Polisi Sektor Balai, Rabu, 31 Juli 2024.<br /><br />Kepala Desa Binjai, merangkat Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Balai, Heriyanto, meminta warga beri kesempatan selama 7 hari.<br />Heriyanto mengatakan, permasalahan tengah dibahas Dewan Adat Dayak Kecamatan Balai, Kantor Polisi Sektor Balai dan perwakilan Bus Asia.<br /><br />Heriyanto meminta masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan yang kondusif, mengingat Desa Binjai, merupakan berstatus jalan nasional.<br /><br />“Saya sangat memahi keluhan yang disampaikan masyarakat, tapi mesti ada proses yang mesti dilewati,” kata Heriyanto.<br /><br />Perwakilan manajemen Bus Asia, berjanji menyampaikan tuntut bayar 12 tail adat Dayak kepada pemilik armada di Kuching, Sarawak, Malaysia.<br /><br />“Saya ingat tempayan adat yang sudah dipasang di Kantor Polisi Sektor Balai, baru bisa dibuka jika tuntut bayar 12 tail adat Dayak dilunasi,” kata Heriyanto.<br /><br />Heriyanto mengatakan, pemasangan tempayan adat Dayak, melambangkan perkara tengah ditangani Dewan Adat Dayak bekerjasama dengan Polisi. ***<br />